Zulkifly Chaniago Dorong Pemprov Jabar Segera Realisasikan Pembangunan Segitiga Rebana

Thursday, 15 October 2020

MAJALENGKA – Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat dari daerah pemilihan Kabupaten Sumedang, Majalengka dan Subang (SMS) H. Zulkifly Chaniago, BE. mendorong pemerintah provinsi (Pemprov) Jawa Barat segera merealisasikan pembangunan Segitiga Rebana yang meliputi Kabupaten Cirebon, Kabupaten Subang dan kabupaten Majalengka sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) guna membangun industri dari hulu hingga ke hilir, untuk menekan ketergantungan terhadap bahan baku impor dari luar.

Anggota Fraksi Partai Demokrat itu meyakini, jika sudah terbangun ketahanan perekonomian terutama di Jawa Barat akan lebih stabil kala situasi pandemi Covid-19 seperti sekarang yang menghantam global.

“Kita harus punya keinginan dan upaya yang keras dan tidak hanya bergantung dengan pusat, salah satunya pada program PEN. Saat ini, kita sama-sama tahu bahwa di Jawa Barat industri manufaktur masih bergantung dengan bahan baku impor. Kalau tidak segera dilakukan sebuah upaya, maka sulit kita untuk bangkit dalam situasi sekarang. Maka dari itu, ada satu rencana besar dari Pak Gubernur (Ridwan Kamil) untuk bangun kawasan industri baru di Patimban yang masuk dalam Segitiga Rebana, itu sangat bagus. Kalau kita mau bangkit, sekarang momentum yang tepat untuk membangun industri dari hulu sampai ke hilir dalam kawasan tersebut. Tujuannya adalah untuk mengurangi ketergantungan kita terhadap bahan baku impor. Oleh karena itu, saya sangat mendorong agar pembangunan Segitiga Rebana ini segera terealisasi” ujar Zulkifly kepada Terasjabar.co, Rabu (14/10/2020).

Lebih lanjut kata Zulkifly, dengan mengurangi ketergantungan terhadap bahan baku impor, maka ketahanan industri kita nanti kuat.

“Jadi ketahanan industri kita nanti kuat, ketika ada pandemi seperti ini. Posisi sekarang industri kita sangat bergantung dari luar. Ketika ada pandemi yang menyerang global, kita tidak bisa apa-apa. Kuncinya sekarang adalah bagaimana membangun kawasan industri yang mulai dari mengolah bahan baku hingga menjadi barang jadi. Supaya kalau kita ekspor, nilai jualnya lebih tinggi dan tentu saja akan banyak menyerap tenaga kerja,” sambungnya.

Selain itu. kata Zulkifly, pemerintah juga perlu menindaklanjuti bagaimana caranya agar produk pertanian tidak lagi diekspor dalam bentuk barang mentah. Sebab menurutnya, dengan kekayaan alam yang dimiliki Jawa Barat. Sektor tersebut memiliki peluang untuk meningkatkan devisa daerah, langkahnya adalah dengan melakukan produksi dan pengolahan sendiri yang bisa dilakukan dalam kawasan industri Segitiga Rebana, kemudian baru di ekspor dalam bentuk barang jadi.

“Kita ini punya banyak bahan baku dari pertanian yang bisa dijadikan sebuah industri. Mulai dari tanaman pangan, holtikultura dan perkebunan. Kebanyakan kita itu tidak diolah dulu ke pabrik, tapi bahan mentahnya langsung di ekspor. Contoh seperti kopi yang di ekspor ke luar dalam bentuk green bean. Kenapa tidak kita olah dulu menjadi bahan jadi, baru ekspor? Padahal kalau masuk pabrik dulu, pasti akan lebih bernilai. Ini sangat penting dan bisa kita lakukan dalam kawasan industri nanti,” jelasnya.

Sumber: Terasjabar (14/10/2020)

 

No comments:

Post a comment