Banyak Relawan Pemulasaran Jenazah COVID-19 di Depok Mengundurkan Diri, Begini Kata Irfan Suryanagara

Monday, 19 October 2020

DEPOK - Pemerintah Kota Depok saat ini kelimpungan karena kekurangan tenaga relawan yang mengurusi jenazah yang meninggal akibat virus corona. Hal itu disebabkan karena banyak relawan pemulasaran jenazah Covid-19 yang mengundurkan diri.

Saat ini Pemerintah Kota Depok tengah membutuhkan relawan sebanyak 33 orang. Sebelumnya, terdapat 35 relawan namun kini hanya tersisa 11 orang saja.

Menurut Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari daerah pemilihan Kota Depok dan Kota Bekasi Ir. Irfan Suryanagara, M.IPol., tingginya risiko dalam melakukan pekerjaan sebagai relawan pemulasaran jenazah Covid-19, membuat sebagian relawan memilih mengundurkan diri.

“Memang menjadi relawan pemulasaran jenazah Covid-19 itu resikonya tinggi, dibutuhkan kekuatan mental dan perlu kehati-hatian, jadi mungkin banyak yang tidak kuat sehingga banyak yang mengundurkan diri”, kata Irfan kepada Terasjabar.co, Senin (19/10/2020)

Meski pekerjaan ini membutuhkan kerelaan para pekerjanya dalam membantu, namun menurut Politisi Partai Demokrat ini Pemkot Depok perlu memberikan honor yang memadai kepada para relawan.

“Meskipun namanya relawan, tetapi sebaiknay diberikan lah honor yang memadai yang seimbang dengan resiko yang dihadapi para relawan tersebut”, tambahnya.

Sebelumnya, Kepala Bidang Penanggulanhan Bencana Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (BPB Damkar) Kota Depok Denny Romulo mengatakan, pihaknya saat ini tengah membuka lowongan bagi masyarakat yang ingin menjadi relawan pemulasaran.

Dari kondisi dilapangan, Denny mengaku membutuhkan relawan sebanyak 33 orang. Sebelumnya, Denny mengaku terdapat 35 relawan namun kini hanya tersisa 11 orang saja.

Sumber: Terasjabar (19/10/2020)

 

No comments:

Post a comment