Jabar Jadi Penyumbang Kasus Positif Terbanyak di Era AKB, Irfan Suryanagara Minta Warga Taati Protokol Kesehatan

Sunday, 19 July 2020

BOGOR
- Anggota Komisi III DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai Demokrat buka suara soal rekor lonjakan harian positif virus corona (Covid-19) di Jawa Barat. Berdasarkan data Gugus Tugas Penangangan Covid-19 per Kamis (9/7/2020), Jabar menjadi penyumbang kasus positif terbanyak yakni 962 orang.
Irfan meminta masyarakat Jabar untuk terus menerapkan protokol kesehatan COVID-19 meski Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di daerahnya tidak diperpanjang dan beralih dalam kegiatan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). Hal ini merujuk munculnya dua klaster baru di Jabar yakni klaster industri dan institusi pendidikan kenegaraan.
“Dari awal, Saya sudah mewanti-wanti masyarakat Jabar, meski PSBB berakhir dan sekarang kita di era AKB, maka protokol kesehatan yaitu cuci tangan, pakai masker, dan menjaga jarak tetap harus dilakukan,” kata Irfan kepada Terasjabar.co, Jumat (10/7/2020).
Irfan juga meminta kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jabar agar mensosialisasikan dan memperkuat penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di masyarakat dimasa AKB.
“Pemerintah perlu melakukan upaya sosialisasi dan memperkuat Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di masyarakat, karena sebagaian masuyarakat beranggapan situasi sekarang sudah normal-normal saja”, kata Irfan.
Selain itu kata Irfan, Pemprov Jabar juga perlu melakukan tes secara masif yang lebih banyak dan menyediakan penanganan yang cepat dan akurat.
“Selanjutnya Pemerintah perlu melaksanakan pengetesan secara masif dengan jumlah yang lebih banyak dan juga menyediakan penanganan yang cepat dan akurat agar saat ada kasus bisa segera ditindaklanjuti sehingga tidak menularkan ke orang yang lebih banyak,” ucap Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Barat ini.
Adapun terkait kemungkinan diadakannya kembali PSBB proporsional di wilayah tersebut, Irfan berharap agar hal tersebut tidak dilakukan. Sementara agar upaya yang dilakukan pemerintah bisa optimal, warga pun diminta selalu menaati protokol kesehatan.
“Saya berharap tidak diulang lagi sampai harus PSBB. Jadi harapan saya tetap kuncinya di era AKB ini adalah kesadaran dan kedisiplinan masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan,” pungkasnya.
Sumber: Terasjabar (10/7/2020)

No comments:

Post a comment