New Normal Sumedang, Zulkifly Chaniago: Harus Bertahap, Dimulai Pembukaan Rumah Ibadah

Tuesday, 2 June 2020

SUMEDANG
- Kabupaten Sumedang berdasarkan hasil evaluasi penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Jawa Barat masuk dalam kategori zona biru.
Lantaran masuk dalam zona biru, Kabupaten Sumedang diperbolehkan untuk melaksanakan dan menerapkan adaptasi kebiasaan baru atau new normal.
Untuk itu Pemerintah Kabupaten Sumedang memutuskan akan menerapkan adaptasi kebiasaan baru atau new normal tersebut mulai Selasa 2 Juni 2020. New normal yang akan diterapkan di Sumedang ini rencananya akan berlangsung hingga Jumat 12 Juni 2020.
Menyikapi hal itu, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari daerah pemilihan Kabupaten Subang, Majalengka dan Sumedang (SMS) H. Zulkifly Chaniago, BE. menilai, pelaksanaan AKB di Kabupaten Sumedang perlu dilakukan secara bertahap dimulai dari pembukaan rumah ibadah.
“Pemberlakuan adaptasi kebiasaan baru (AKB) atau new normal di Kabupaten Sumedang perlu dilakukan secara bertahap. Pada fase pertama sejumlah rumah ibadah di Sumedang mulai dibuka dengan tetap memerhatikan protokol kesehatan”, ujar Zulkifly Chaniago kepada Terasjabar.co, Senin (1/2/2020).
Zulkifly menilai, penerapan new normal dilakukan secara bertahap untuk menghindari euforia warga setelah cukup lama aktivitas-nya dibatasi.
“Kalau tidak dilakukan secara bertahap, khawatir terjadi euforia masyarakat di berbagai tempat atau istilah Sundanya kuda lepas dari gedogan,” kata anggota Fraksi Partai Demokrat ini.
Zulkifly menjelaskan, pada fase pertama penerapan new normal, harus mulai membuka rumah ibadah. Setelah itu dilanjutkan dengan pusat perekonomian, tempat wisata dan terakhir fasilitas umum lainnya.
“Penerapan AKB di Sumedang perlu dilakukan secara bertahap, jangan gurung gusuh. Harapan kita diterapkan AKB bertahap ini semuanya bisa terkondisikan dengan baik,” ucapnya.
Zulkifly berharap, selama penerapan AKB ini, masyarakat harus dapat menerapkan protokol kesehatan dengan baik agar terhindar dari berbagai penyakit terutama virus Corona.
“Intinya menjalankan protokol kesehatan itu, bukan hanya menjalankan anjuran pemerintah saja. Tapi ini adalah kebutuhan kita bersama,” ucapnya. (Sumber)

No comments:

Post a comment