Anggota DPRD Jabar Ini Sebut Disiplin Ketat Kunci Pemberlakuan ‘New Normal’

Thursday, 4 June 2020

BANDUNG –
 Menteri Kesehatan telah membuat panduan new normal, melalui Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/328/2020 tentang pencegahan dan pengendalian COVID-19 ditempat kerja Perkantoran dan Industri dalam mendukung keberlangsungan usaha pada situasi pandemi.

Panduan pencegahan penularan COVID-19 mulai dari imbauan kepada pihak managemen untuk senantiasa memantau perkembangan COVID-19 di lingkungannya.
Menyikapi keluarnya panduan new normal dalam mencegah virus vorona (COVID-19) ditempat kerja, perkantoran dan industri, Anggota Komisi IIII DPRD Provinsi Jawa Barat Ir. Irfan Suryanaga, M.Ipol. berpendapat, satu-satunya cara agar bangsa Indonesia bisa memenangkan pertarungan melawan wabah virus Corona (COVID-19) adalah menerapkan sikap displin yang tinggi.

“Di tengah pandemi seperti saat ini, kita diultimatum, mau menang atau kalah. Kalau mau menang melawan wabah COVID-19 ini, tidak ada pilihan lain, sikap disiplin yang ketat adalah kuncinya. Kalau tidak, wabah COVID-19 ini bisa meledak lagi. Jangan sampai, ramalan WHO yang mengatakan Indonesia bisa menjadi episentrum baru COVID-19, menjadi kenyataan,” ujar Irfan kepada terasjabar.co, Rabu (27/5/2020).
Legislator asal daerah pemilihan Kota Depok dan Kota Bekasi ini mengakui, masalah disiplin bukan hal yang mudah untuk dilakukan. Selama ini banyak masyarakat yang masih membandel terhadap protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah.
“Memang banyak sekali kasus-kasus yang mencuat belakangan ini, yang menunjukkan ketidakdisplinan itu. Tapi, marilah, kedepan semua pihak, harus bersikap lebih displin lagi,” imbaunya.
Satu hal yang diharapkan Irfan adalah peran para tokoh dan elit bangsa ini mencontohkan sikap displin dengan cara bersatu melawan COVID-19. Aparat yang melakukan pengawasan juga harus bertindak lebih tegas.
“Sekarang saatnya semua pihak bersatu melawan musuh bersama, yakni virus Corona. Para tokoh bangsa ini hendaknya menghindari hiruk pikuk yang bisa menimbulkan keresahan di masyarakat,” pungkas pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Barat ini. (Sumber)

No comments:

Post a comment