Zulkifly Chaniago Minta Pemkab Sumedang Perketat Pintu Masuk Perbatasan Saat PSBB

Sunday, 19 April 2020


BANDUNG
- Kabupaten Sumedang bersama empat daerah lainnya di kawasan Bandung Raya, akan memberlakukan PSSB pekan depan Rabu (22/4/2020).
Terkait hal itu, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari daerah pemilihan Kabupaten Sumedang, Kabupaten Majalengka dan Kabupaten Subang (SMS) H. Zulkifly Chaniago, BE. menyarankan Pemkab Sumedang untuk memperketat penjagaan di 7 pintu masuk perbatasan saat PSBB berlangsung.
“Menurut saya harus ada tim monitoring secara khusus yang disiapkan untuk mengintensifkan check point yang ada di 7 perbatasan agar status PSBB ini berjalan efektif”, kata Zulkifly kepada Terasjabar.co, pada Sabtu (17/4/2020) malam.
Selain itu, menurutnya Pemkab Sumedang perlu mengintensifkan patroli kewilayahan secara masif lagi dengan penerapan PSBB ini. Dengan begitu akan terlihat efektif, mana yang boleh dan mana yang tidak untuk dilakukan.
“Dimana ini bisa membatasi pergerakan orang, kendaraan dan barang nanti detailnya akan ada keputusan dan untuk di perbatasan sendiri akan lebih diperketat lagi ditambahkan personilnya dan juga SOP nya akan di perketat dan di pertegas lagi,” jelas anggota Komisi IV DPRD Jabar dari Fraksi Partai Demokrat ini.
Namun sebelum PSBB ini diterapkan, menurut Zulkifly, Pemkab Sumedang perlu melakukan sosialisasi secara intens kepada warga.
“Namun jangan lupa harus ada sosialisasi yang intens kepada warga supaya warga mengetahui apa yang boleh dan tidak bolehnya ketika PSBB. Ini harus di sosialisasikan secara masif kepada masyarakat,” paparnya.
Selain itu Zulkifly mengatakan, kebutuhan pokok masyarakat harus terpenuhi terlebih dahulu sebelum penerapan PSBB pada Rabu (22/4/2020) mendatang.
“Sebelum penerapan PSBB harus disiapkan terlebih dahulu jaring pengaman sosialnya, sehingga ketika PSBB ini berlaku, masyarakat sudah terpenuhi kebutuhan pokoknya dan merasa tenang untuk tinggal dirumah,” pungkas Zulkifly. (Sumber)

No comments:

Post a comment