Liposos Ciganjeng Pangandaran Alternatif Tempat Observasi ODP Covid-19

Saturday, 21 March 2020

PANGANDARAN
 - Pemerintah Kabupaten Pangandaran memprediksi bakal terjadinya lonjakan jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang masuk ke Pangandaran. Hal tersebut dibuktikan adanya peningkatan jumlah ODP yang tercatat di Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran, yang pada hari Kamis, (19/3/2020) kemarin ditetapkan berjumlah 18 orang dan dua sudah dinyatakan sudah sehat, kini bertambah lagi jumlahnya menjadi 20 orang dengan katagori ODP.

Bahkan kasus virus corona Covid-19 menjadi perhatian khusus bagi anggota DPRD Provinsi Jawa Barat turun ke lapangan untuk memantau perkembangan terutama ke Dapil nya masing-masing.

Seperti yang terlihat di RSUD Pandega Pangandaran, tampak Anggota Komisi I dan Komisi IV DPRD Prov Jabar Ijah Hartini, Yosa Octora Santono dan Tina melakukan rapat dengan Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata beserta jajarannya untuk menyikapi upaya pencegahan penyebaran virus corona Covid-19 di Pangandaran.

Yosa yang didampingi Ijah Hartini mengatakan, 120 anggota DPRD Jabar telah menyebar ke Dapilnya masing-masing untuk melihat sampai sejauhmana Pemda dan Pemkot bisa mengambil peranan untuk mengatasi virus corona ini.

Dirinya berharap mudah-mudahan setelah berkoordinasi dengan Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata dalam dua hari ini ada hasil dari Biro Aset untuk penyertaan aset-aset yang nantinya bisa dipinjamkan ke pemerintah kabupaten/kota dalam kaitan 14 hari suspect corona.

“Kita akan lokalisir dulu titik-titiknya dimana, harapan pak Bupati mintanya yang jauh sama masyarakat,” ujarnya.

Begitu juga dengan Ijah Hartini menambahkan, berdasarkan masukan dari Dinas Kesehatan untuk sementara lokasi untuk observasi bagi para ODP akan ditempatkan di Liposos milik Dinas Sosial Pemprov Jabar.

“Termasuk membantu untuk perlengkapan-perlengkapan lainnya,” kata Ijah, seraya dirinya menyampaikan tidak menutup kemungkinan lokasi untuk tempat observasi ODP bisa di aset milik Pemrov Jabar lainnya.

“Nanti kita koordinasi dengan Pemprov Jabar, dan ini memang sudah dianjurkan,” ujarnya.
Sementara Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata menyatakan, upaya ini untuk kepentingan semua pihak terutama bagi para TKI yang pulang ke Pangandaran.

“Apalagi Kementerian Dalam Negeri merilis agar para TKI pulang ke kampung halamannya, pasti jumlah ODP di Pangandaran akan bertambah dan akan menimbulkan kegelisahan di masyarakat,” ungkap Jeje.

Maka kata Jeje, pemerintah daerah akan membuat SOP agar para TKI yang baru pulang ke Pangandaran agar di observasi.

“Di Pangandaran kan ada Liposos, dan saya sudah menelpon Kadis Sosial Provinsi Jabar katanya oke,” ujarnya.

Dalam upaya pencegahannya menurut Jeje, akan disediakan peralatan dan petugas medis untuk melakukan pemantauan di tempat observasi.

“Apalagi yang mudik dari Jakarta kan banyak. tapi kita akan fokuskan dulu untuk TKI,” ujarnya. 

No comments:

Post a comment