Banprov Jabar untuk Bogor Naik 100 Persen, Jumlahnya Capai Rp254 Miliar

Monday, 3 February 2020

BOGOR
- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat mengelontorkan bantuan keuangan (bankeu) tahun 2020 ke Pemerintah Kabupaten Bogor senilai Rp254,6 miliar.

Jumlah tersebut naik lebih dari 100 persen dibanding tahun 2019  yang hanya sebesar Rp122,3 miliar.

Anggota Badan anggaran (Banggar) DPRD Jabar, Asep wahyuwijaya mengatakan, dalam Pergub Nomor 79 tahun 2019 tertanggal 27 Desember 2019 tentang APBD tahun 2020, bantuan keuangan untuk Pemkab Bogor tercatat sebesar Rp254.659.933.951.

Ketua Fraksi Demokrat DPRD Jabar menjelaskan, alokasi terbesar dari bankeu didistribusikan masih untuk jaminan kesehatan bagi warga penerima bantuan Iuran BPJS yakni sebesar Rp53,79 miliar.

Lalu, untuk pembangunan gedung RS Rujukan Regional – Cibinong senilai Rp42 mikiar dan pembangunan RSUD Ciawi sebesar Rp38 miliar.

Pembangunan gedung RSUD Leuwiliang sendiri teralokasikan sebesar Rp20 miliar.

Tak hanya rumah sakit, Banprov digunakan untuk pembangunan pasar Cisarua sebesar Rp25 miliar. Besaran angka ini menggenapi kebutuhan anggaran yang diperlukan yakni sebesar Rp35 mikuar yang terbagi dalam dua tahun anggaran. Di tahun sebelumnya, Pemprov telah memberikan bantuan sebesar Rp10 miliar.

“Saya berharap pembangunan pasarnya bisa tuntas sehingga akan berdampak pada semakin terakselerasinya perekonomian di area Bogor Selatan. Bangunan kios yang lebih tertata rapi dan bersih kan mestinya berdampak pada penambahan pembeli juga, sehingga mestinya penjual bisa lebih happy,” kata lelaki yang akrab disapa Kang AW.

Selain itu, alokasi bantuan anggaran juga diperuntukan bagi pengembangan destinasi wisata di kawasan Geopark Pongkor. Total besaran anggaran untuk kawasan ini tercatat sekitar Rp50 miliar.

Alokasi banprov juga diperuntukan untuk pembangunan jalan mulai dari Pasir Ipis, perbatasan Sukabumi, hingga ke Puraseda yakni sebesar Rp23,9 miliar.

Karena ruas jalan Pasir Ipis – Garehong sudah dibangun, maka untuk ruas itu hanya tinggal perbaikan dan pelapisan saja. Ruas yang perlu dimaksimalkan adalah mulai dari Garehong hingga ke Puraseda.

“Terkait pembangunan jalan di ruas ini saya menekankan betul kepada Dinas PUPR Kabupaten Bogor agar dalam pelaksanaan dan pengawasannya bisa dimaksimalkan. Sehingga kejadian buruk kemarin seperti keterlambatan pembangunan hingga mangkraknya pembangunan tak kembali terulang,” tegasnya.

Apalagi ruas jalan ini akan menghubungkan dua Geopark di Jawa Barat yakni Ciletuh di Kabupaten Sukabumi dan Geopark Pongkor di Bogor bagian Barat.

Selebihnya, anggaran dialokasikan juga untuk pengembangan destinasi wisata di kawasan geopark yang tersebar mulai dari Bantarkaret, Palasari, Malasari di Kecamatan Nanggung. Laku Kecamatan Sukajaya, Leuwiliang, Tenjolaya hingga Ciampea.

Untuk pendidikan, banprov dialokasikan untuk bantuan guru-guru di daerah terpencil dan pembangunan command centre sebesar Rp5 miliar.

Mengingat kenaikan bantuan anggaran yang cukup positif, Kang AW memberikan sejumlah catatan penting.

Pertama, bantuan ini harus terserap dengan baik. Karena bagaimana pun, uang rakyat harus dinikmati kembali oleh rakyat.

Kedua, Kang AW berharap bantuan provinsi ini terus ditambah setiap tahunnya. Karena jika dibanding dengan kota dan kabupaten lainnya, besaran bantuan yang diberikan oleh Pemprov Jabar ke Kabupaten Bogor belumlah sepadan. Terlebih, jika dibandingkan dengan jumlah penduduk dan konstribusi PAD dari Kabupaten Bogor ke Pemprov Jabar.

“Mudah-mudahan dengan formasi 11 anggota parlemen di Jabar asal Kabupaten Bogor ini memiliki kesepahaman yang sama untuk memperjuangkan pembangunan di dapilnya,” pungkas Kang AW. 

(Sumber

No comments:

Post a Comment