Pendapatannya Tidak Sesuai, Komisi III DPRD Jabar Menilai Ada Salah Urus di PT Jaswita

Wednesday, 15 January 2020

BANDUNG
- Komisi III DPRD Jawa Barat menilai ada kesalahan pengelolaan dalam bisnis yang dilakukan oleh PT Jaswita Jabar. Sehingga hal tersebut membuat raihan pendapatan dan deviden PT Jaswita Jabar menjadi tidak maksimal.

Demikian diungkapkan Wakil Ketua Komisi III DPRD Jawa Barat Sugianto Nangolah usai rapat kerja Komisi III DPRD Jabar di BPSDM Jabar. Dikatakannya akibat adanya salah urus tersebut maka pendapatan dan deviden PT Jaswita menjadi rendah.

“Ini ada salah kelola sehingga pendapatan PT Jaswita menjadi kecil,” jelas Sugianto.

Diungkapkannya, selama ini untuk pengelolaan aset-aset milik Pemprov Jabar, PT jaswita Jabar melakukan kerjasama BOT dengan pihak ketiga. Padahal aset-aset yang dimiliki pun sangat strategis dan potensial.

“Banyak aset-aset milik pemprov yang strategis yang selama ini BOT dan masa BOT nya selesai. Maka kami berharap bahwa PT Jaswita harus mampu mengelola sendiri dan tidak lagi kerjasama dengan pihak ketiga. Kenapa, karena kalau kerjasama lagi dengan pihak ketiga maka hasil yang didapatkan akan lebih kecil. sedangkan tempat-tempat yang dimiliki PT jaswita sekarang ini cukup strategis,” katanya.

Seperti halnya Hotel Preanger yang berada di Jalan Asia Afrika Bandung, dimana lokasinya sangat strategis dan berada di pusat alun alun bandung.

“Hotel di sana gak ada yang sepi, okupansinya saja tiap bulan hampir 85 persen artinya ini bisnis yang sangat menguntungkan. Sehingga alangkah bodohnya kalau kita kerjasamakan dengan pihak ketiga padahal tempat tersebut jelas-jelas menghasilkan. oleh karena itu kami berharap, ami menekankan ke PT Jaswita agar semua aset pemprov yang dikelola jaswita harus dikelola sendiri dan tidak lagi dikerjasamakan dengan pihak ketiga, karena aset yang dimiliki cukup besar,” katanya.

Sementara di sisi lain saat ini, pengelolaan Hotel Preanger dikerjasamakan dengan pihak ketiga. Sehingga penghasilan PT Jaswita pun menjadi kecil.

“Maka dari itulah devidennya sangat kecil dan pendapatannya minim, karena ada salah kelola dan tidak menguntungkan hasilnya. Dan ini banyak sekali BUMD-BUMD kita ini yang tidak menghasilkan, bahkan merugikan,” katanya.

Oleh karena itulah, lanjutnya Komisi III DPRD Jawa Barat akan membentuk pansus BUMD dalam waktu dekat ini. Sehingga hal tersebut pun bisa mendorong pengembangan dari PT Jaswita.

“Kita gagas dalam waktu dekat ini untuk membentuk pansus BUMD. Ini dalam rangka untuk meningkatkan pendapatan daerah sebesar besarnya, untuk membangun jabar. Kita tidak ingin lagi aset yang besar ini tidak menghasilkan. Bukan saja yang ada di PT Jaswita saja, tetapi di bumd lain juga seperti itu. Jabar ini memiliki aset yang cukup besar, dulu 5 tahun lalu saya lihat aset pemprov itu mencapai 1000 triliun. artinyaa asetnya cukup besar. Masa dengan aset besar ini penghasilannya kecil. Siapa yang salah dan bagaina pengelolaannya. Ini yang kita telusuri sehingga ada perbaikan perbaikan yang efektif,” pungkasnya.

No comments:

Post a comment