Banyak Sekolah Rusak Berat, AW Minta Pemda Mulai Fokus Ke Sektor Pendidikan

Monday, 13 January 2020
Gambar: Liputan6.com

BOGOR
 Selain pemukiman warga yang rusak akbat bencana banjir di wilayah Sukajaya, dampak terberat adalah pada bidang pendidikan. Ya, banyaknya fasilitas pendidikan yang rusak berat akibat terjangan bencana alam membuat ribuan pelajar di wilayah Sukajaya tidak bisa menjalani rutinitasnya sebagai pelajar.

Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Asep Wahyuwijaya (AW) mengungkapkan, pasca bencana ini, Pemkab Bogor dan Pemprov Jabar harus sudah mulai mendata dan mencari cara bagaimana menanggulangi akses buruk pendidikan.

“Kan, banjir dan longsor kali ini banyak menghamtam sarana pendidikan. Ini harus serius, karena dari informasi yang kita terima, banyak sekolah yang rusak dan hancur, Jangan hanya ke Pemkab Bogor, tapi kepada pemerintah secara keseluruhan,” kata AW.

Pemkab Bogor sudah bekerja maksimal dalam urusan penting di depannya. Saya ingin Pemprov Jabar pun berkontribusi lebih maksimal lagi. Pemkab Bogor melakukan pendataannya dulu saja.

Maka dari itu, dirinya meminta Bupati Bogor dan Pemprov Jabar melalui dinas terkait focus melakukan pendataan terhadap sekolah dan siswa yang terdampak bencana ini.

“Selain pemukiman, Bupati Bogor mellaui dinas pendidikan harus mulai concern terhadap proeses Kegiatan belajar mengajar (KBM) pasca kejadian ini, saya juga nanti berkoordinasi dengan Disdik Jabar,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor Entis Sutisna menjelaskan dampak dari bencana alam banjir bandang dan longsor itu ada lima sekolah yang mengalami kerusakan berat.

“Di tingkat Kabupaten Bogor, ada empat bangunan SD yang mengalami rusak parah, sedangkan untuk tingkat SMP swasta ada satu bangunan yang ambruk rata dengan tanah. Lima bangunan sekolah yang rusak berat tersebut ada di wilayah Sukajaya, Cigudeg, Nanggung, Jasinga dan Cibinong,” Kata Entis.

Lebih jauh dia menjelaskan, agar siswa tetap belajar jajarannya pun meminta para guru yang bangunan sekolahnya terdampak bencana alam untuk mendatangi ke pengungsian untuk mengajar para siswanya.

“Guru-guru yang bangunan sekolahnya terdampak bencana alam kami minta memindahkan tempatnya mengajar dari awalnya di sekolah ke tempat-tempat pengungsian, untuk membantu para siswa saat ini kami pun mendata berapa jumlah siswa terdampak bencana alam, apa saja alat sekolah yang hilang dan sebagainya agar nantiya kami berikan paket bantuan siswa,” beber mantan Camat Ciampea ini.

No comments:

Post a Comment