Jelang Lebaran, Anggota DPRD Jabar Toni Setiawan Minta Masyarakat Tunda Mudik

Monday, 11 May 2020

BANDUNG
- Mendekati Hari Raya Iedul Fitri Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai Demokrat mengingatkan kembali masyarakat kembali untuk menunda mudik lebaran tahun ini.
”mendekati hari raya Iedul Fitri ini, saya himbau masyarakat untuk menunda mudik sebelum wabah Covid-19 ini hilang dari Indonesia,” ujar Toni ketika dihubungi Terasjabar.co melalui telepon genggamnya, Minggu (10/5.2020).
Legislator asal Kabupaten Bandung ini menyatakan bahwa mudik tahun ini pasti lebih sulit dibanding tahun-tahun sebelumnya. Ia menilai, ada beberapa faktor yang menyebabkan hal itu.
Pertama, kata dia, adanya pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Jadi, mereka yang akan mudik harus memiliki tugas dari atasannya/kepala kantor dan surat keterangan bebas Covid-19. Bagi mereka yang terkena PHK juga, harus menunjukkan Surat PHK.
”Covid-19 ini memang membuat semua orang susah,” kata anggota Komisi V DPRD Jabar ini.
Kedua, kata dia, masih terkait dengan PSBB, adanya penyekatan yang relatif ketat. Bahkan, ada yang menyatakan ke dirinya Jakarta-Surabaya ada sekitar 100 penyekatan.
”Terkait penyekatan guna melarang mudik, ada contoh menarik. Ada pemudik yang sudah menunggu 2 hari 1 malam di Merak harus balik lagi ke Jakarta,” katanya.
Ketiga, ongkos mudik menjadi mahal. Hal ini terjadi, masih terkait PSBB. Saat ini, bus atau kendaraan umum lainnya hanya bisa ditumpangi setengah dari kapasitasnya.
”Ini guna kepentingan social distancing (jaga jarak). Dengan sendirinya harga tiket pun rata-rata menjadi dua kali lipat. Padahal, tanpa Covid-19 pun biasanya harga tiket sudah naik menjelang lebaran,” paparnya.
Keempat, kata dia, isolasi di kampung halaman. Kalau pun lolos dari penyekatan dan akhirnya tiba dengan selamat di kampung halaman, masih ada persoalan lain, yakni isolasi. Para pemudik akan dikarantina selama 14 hari kalau daerah mereka juga menerapkan PSBB secara ketat.
Kelima, kata dia, saat kembali ke rumah nanti akan susah lagi karena masih PSBB. Ini juga, masalah serius. Selain ongkos balik lagi ke kota yang pastinya masih mahal, pemudik harus bersiap dengan berbagai persyaratan yang memungkinkannya bisa masuk kota kembali.
Jadi, kata Toni, karena begitu sulitnya menerjang aneka rintangan tersebut, sebaiknya masyarakat berpikir kembali untuk melakukan mudik.
”Oleh karena itu, tunda dulu mudiknya sampai benar-benar wabah ini hilang,” pungkasnya. (Sumber)

No comments:

Post a comment