Achdar Sudrajat: KRL Commuter Line Bekasi-Jakarta Rawan Akan Penularan Covid-19

Wednesday, 13 May 2020

BANDUNG
- Beberapa waktu lalu tiga orang penumpang KRL Commuter Line Bekasi-Jakarta positif terpapar orona atau Covid-19 usai dilakukan tes swab PCR secara acak terhadap 300 penumpang.
Sebelumnya juga, tiga penumpang KRL di Bogor terkonfirmasi positif Covid-19 dari pemeriksaan tes swab terhadap 325 penumpang.
Menyikapi hal tersebut, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Demokrat H. M. Achdar Sudrajat, S.Sos., mengatakan bahwa pergerakan di KRL sangat riskan dalam melakukan penularan Covid-19.
“Menurut saya pergerakan di KRL sangat riskan dalam melakukan penularan Covid-19, beberapa kasus membuktikan seperti itu”, ujar pria yang juga menjabat Ketua BP Perda DPRD provinsi Jawa Barat ini kepada Terasjabar.co, Selasa (12/5/2020).
Menurut Achdar, seringkali mereka yang terpapar Covid-19 tidak merasakan gejala apa-apa.
“Padahal mereka mereka saat bekerja tidak merasakan gejala apa-apa, hasil Tes Swab PCR membuktikan mereka positif terpapar Covid-19”, kata Anggota Komisi IV DPRD Jabar ini.
Oleh karena itu dirinya menyarankan agar masyarakat Bekasi yang bekerja sebagai pelayanan masyarakat dapat menggunakan transportasi lain ke tempat kerja.
“Saya selaku Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, menyarankan untuk mengangkut penumpang khususnya para pegawai pelayanan penduduk Bekasi yang selama ini menggunakan layanan KRL Commuter Line Bekasi-Jakarta, kiranya dapat di ganti dengan angkutan lain yang tidak banyak menaraik penumpang”, ujar legislator dari daerah pemilihan Kabupaten Bekasi ini.
Hal ini menurutnya sangat penting guna untuk memotong mata rantas penularan covid-19.
“Hal ini menurut hemat saya sangat penting guna untuk memotong mata rantas penularan covid-19. Bayangkan kalau posisi sehat sebagai carrier kemana pun saja dia pergi sebanyak itu dia akan bisa menyebarkan ke orang lain,” pungkas Achdar. (Sumber)

No comments:

Post a Comment