Petani Bunga dan Sayur di Cianjur Tak Punya Pendapatan Akibar Virus Corona

Thursday, 16 April 2020

CIANJUR  
- Petani bunga asal Cianjur paling terkena dampak penanganan Covid-19 karena tak ada lagi resepsi pernikahan. Petani sayur juga kena imbas karena pengiriman ke beberapa kota disetop sehingga sayur tak terjual.

Hal tersebut dikatakan Anggota Komisi II DPRD Provinsi Jabar Lilis Boy setelah meninjau lokasi pertanian bunga di kawasan Galudra, Kecamatan Cugenang, Cianjur.

"Petani bunga saat ini tak bisa menghasilkan uang sama sekali, tak ada lagi pemesanan bunga untuk pernikahan dan pesanan bunga lainnya," ujar Lilis saat bertemu dengan Kapolres Cianjur untuk berkoordinasi terkait bantuan pengamanan yang akan digulirkan Gubernur Jabar, Rabu (15/4/2020).

Selain petani bunga, kata Lilis, pengiriman sayur juga sangat terbatas. Namun kabar baiknya Pelaksana Tugas Bupati Cianjur kabarnya akan membeli sayuran.

"Nanti selama empat bulan akan ada evaluasi, akhirnya nanti terkumpul data baru yang valid," katanya.

Komisi II yang membawahi ekonomi, kata Lilis, akan mengawal bantuan sembako senilai Rp 350 ribu dan uang Rp 150 ribu dari Pemprov Jabar.

"Saya berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk mengamankan bantuan sembako agar sampai di tempat," katanya.

Selain petani bunga dan sayur, warga lain yang terkena dampak adalah penjual jajanan sekolah karena sekolah libur.

Kapolres Cianjur AKBP, Juang Andi Priyanto, mengatakan pihaknya sudah mendirikan posko dapur umum untuk makan para relawan.

"Terkait pengamanan bantuan, nanti menunggu dulu jumlahnya. Pengamanan akan dilakukan bareng sama TNI dan pemda," katanya.

No comments:

Post a comment