KRL Tetap Beroperasi Saat PSBB Bodebek, Yosa Octora: Physical Distancing Harus Diperketat

Saturday, 18 April 2020

BANDUNG
- Anggota Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Partai Demokrat Yosa Octora Santono, S.Si., MM. menyoroti keputusan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang menolak penyetopan operasi sementara Kereta Rel Listrik (KRL) saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Bogor, Depok dan Bekasi (Bodebek).
Kemenhub melalui Direktur Jenderal Perkeretaapian Zulkifri mengatakan akan melakukan pembatasan, pasalnya KRL masih melayani warga yang kegiatan dan pekerjaannya dikecualikan selama PSBB.
Kemenhub membatasi jumlah penumpang KRL perkotaan dan antarkota. Untuk KA antarkota ditetapkan pembatasan jumlah penumpang maksimum 65 persen dari jumlah tempat duduk.
Yosa menilai kebijakan yang diambil pemerintah pusat tersebut tentunya diiringi dengan skenario pencegahan penyebaran Corona atau COVID-19, khususnya di DKI Jakarta dan Bodebek yang saat ini diberlakukan PSBB.
“Kalau sekarang pemerintah pusat mempertimbangkan bahwa yang dilakukannya adalah pembatasan dan bukan penghentian sementara KRL, berarti kita harus memperketat aturan physical distancing di wilayah Bodebek”, kata Yosa kepada Terasjabar.co, Jumat (17/4/2020).
Selain itu, Yosa menilai Pemprov Jabar harus berkoordinasi dengan Pemprov DKI Jakarta berkaitan jadwal kedatangan dan keberangkatan KRL di daerah Bodebek.
“Menurut saya koordinasi Pemprov Jabar dengan DKI Jakarta, selain membatasi jarak kedatangan-keberangkatan satu jam, juga dengan membatasi jam operasional serta jumlah penumpang dalam satu gerbong,” ujar Yosa
Ia juga meminta agar pemerintah pusat, provinsi dan daerah yang memberlakukan PSBB memperkuat kerjasama dalam pencegahan penyebaran COVID-19.
“Kepala daerah yang daerahnya menjadi penyangga ibu kota saat meminta penghentian sementara KRL itu kan soal keselamatan warga, gak ada yang lain. Jangan sampai keinginan daerah untuk menyelamatkan warganya dari Covid-19 justru dibuat menjadi kontraproduktif oleh pemerintah pusat,” pungkasnya. (Sumber)

No comments:

Post a comment