Jelang Pemberlakuan PSBB, Zulkifly Chaniago Minta Pemkab Sumedang Pastikan Kebutuhan Pokok Warga Terpenuhi

Sunday, 19 April 2020

BANDUNG
- Kabupaten Sumedang bersama empat daerah lainnya di kawasan Bandung Raya, akan mulai memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada Rabu (22/4/2020) pekan depan.
Mengantisipasi dampak pemberlakuan PSBB tersebut, Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat dari daerah pemilihan SMS (Sumedang, Majalengka dan Subang) H. Zulkifly Chaniago, BE. meminta Pemkab Sumedang memastikan penerapan status PSBB tidak menimbulkan kekhawatiran di masyarakat.
“Kepala daerah hendaknya memastikan terlebih dahulu bahwa penerapan PSBB tidak menimbulkan kepanikan masyarakat setempat. Maka, sosialisasi sebelum PSBB diterapkan menjadi sangat penting”, kata Zulkifly Chaniago kepada Terasjabar.co, Minggu (18/4/2020).
Selain itu, Zulkifly meminta Pemkab Sumedang memastikan kebutuhan pokok masyarakat terpenuhi terlebih dahulu sebelum penerapan PSBB.
“Sebelum PSBB diberlakukan, Pemda harus memastikan stok kebutuhan pokok masyarakat setempat tersedia dalam volume atau jumlah yang aman. Serta memastikan tidak terganggunya rantai pasok kebutuhan pokok dan energi. Setiap Pemda perlu berupaya agar tidak terjadi panic buying,” ujar anggota Fraksi Partai Demokrat ini.
Lebih lanjut, menurut Zulkifly, kepala daerah harus memastikan kesiagaan fasilitas layanan publik untuk kebutuhan yang bersifat darurat, seperti layanan medis bagi penyakit lain.
“Selian itu juga Pemkab Sumedang perlu memastikan ketersediaan fasilitas layanan public yang bersifat darurat seperti layanan medis penyakit lain, karena penyakit kan bukan hanya corona. Dan itu juga harus kita tangani pasiennya,” pungkasnya. (Sumber)

No comments:

Post a comment