Hasil Evaluasi Anggota DPRD Jawa Barat, RK Lamban Tangani Bencana

Monday, 13 January 2020

BOGOR
 - Banjir dan longsor melanda wilayah Jawa Barat pada awal tahun 2020 ini. Sayangnya, sudah 10 hari berlalu sejak bencana itu terjadi, respon Pemprov Jabar pada korban bencana banjir dan longsor masih lamban.

Selain lamban, terkesan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil masih membeda-bedakan perlakuan korban banjir dan longsor berdasarkan basis massa partai politik saat pemilihan gubernur (Pilgub) 2018 lalu.

”Gubernur Jabar Ridwan Kamil tak memiliki empati sama sekali atas bencana yang terjadi di Kabupaten Bogor. Padahal Presiden beserta jajaran pejabat terkait dibawahnya saja semua turun ke lokasi bencana, ‘’ kata Anggota DPRD Jawa Barat Asep Wahyuwijaya.

Sekedar diketahui, wilayah yang terkena banjir di Kabupaten Bogor, adalah wilayah Bojongkulur Kecamatan Gunungputri. Paling parah, bencana banjir dan longsor di Kecamatan Cigudeg, Jasinga, Sukajaya, Tenjo, Parungpanjang.

Nah, di wilayah barat khususnya Kecamatan Sukajaya Kabupaten Bogor merupakan basis massa Partai Golkar. Pada saat Pilgub lalu, di daerah ini suara Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum pada Pilgub lalu rendah.

Menurut dia, Gubernur Jabar Ridwan Kamil, saat ini harus mengakui semua warga yang tidak memilihnya pada saat Pilgub adalah warga Jawa Barat juga. Terlebih warganya mengalami kesusahan atau terkena bencana, gubernur harus hadir di tengah-tengah warganya.

Tapi kenyataannya biaya tak terduga (BTT) dari Pemprov Jabar untuk bencana alam di Kabupaten Bogor ‘hanya’ Rp1,5 miliar, sedangkan Karawang dapat Rp 1 miliar, Bekasi dapat Rp 2,5 miliar. Padahal dampak bencana banjir dan longsor ini lebih banyak di Kabupaten Bogor.

“Tolong dicatat ya, saya sama sekali tidak bermaksud untuk tidak bersyukur atas segala pemberian tersebut. Sama sekali bukan itu, hanya saya sendiri sebagai bagian dari Pemprov Jabar amat malu dengan perilaku kekanak-kanakan yang dipertontonkan Gubernur Jabar Ridwan Kamil ini,’’ tegas kang AW sapaan akran Asep Wahyuwijaya.

Begitu juga dengan alat berat, Gubernur Jabar Ridwan Kamil malah mengirim alat berat yang rusak. Bantuan sembako dari Ridwan Kamil juga hanya 20 kotak plastik.

Padalah Ridwan Kamil menggelontor uang ratusan miliar dari APBD Provinsi Jabar untuk program yang membangun citra dirinya. Begitu juga program atau proyeknya di Kabupaten Bogor senilai puluhan miliar mangkrak.

“Masa untuk urusan kemanusiaan Ridwan Kamil malah terkesan pelit dan bahkan seperti tak mau menyambangi sama sekali,’’ kritik AW.

Dirinya dan anggota komisi 5 DPRD Jabar selama empat hari (7-10 Januari 2020) terus mendatangi korban bencana banjir longsor di seluruh Jawa Barat.

Rombongan para wakil rakyat ini mendatangi korban banjir di Jati Asih, Kota Bekasi, berkordinasi dengan Pemkab Bogor soal penanganan bencananya hingga mengunjungi Kemensos dan BNPB di Jakarta.

Dari hasil kunjungan ke semua pihak itu tergambar dengan sangat jelas dan terang benderang bahwa Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil amat tak siap menghadapi bencana yang terjadi di Jawa Barat.

Kondisi ini tentu menjadi preseden yang amat buruk mengingat wilayah Jawa Barat sendiri sesungguhnya berada pada posisi yang tingkat kerawanan bencananya tinggi.

‘’Maka kami dorong dana BTT dalam APBD pertahunnya ditambah dari angka Rp 50 miliar/tahun menjadi 75 miliar /tahun sampai Rp 100 miliar/tahun agar pemprov jabar tak segan-segan dalam memberikan bantuan kepada korban bencana alam di Jawa Barat,’’ pungkas Kang AW.


No comments:

Post a comment